Selasa, 17 April 2012

MENGUJI KEBERADAAN UNSUR C DAN H DALAM SENYAWA ORGANIK

A.     Tujuan
Memeriksa adanya unsur C dan H dalam sukrosa, glukosa, dan fruktosa

B.     Latar Blakang
Bahan yang berasal dari makhluk hidup umumnya merupakan senyawakarbon. Hal ini dapat dibuktikan dalam kejadian sehari-hari. Ketika sampel organic seperti kertas, kayu, telur, daging, atau beras dibakar pada suhu cukup tinggi bahan tersebut menjadi gosong. Hal ini terjadi karena pemanasan menyebabkan senyawa karbon yang terkandung dalam bahan tersebut terurai menjadi karbon berwarna hitam.
Keberadaan unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon dapat didefinisikan melalui reaksi pembakaran yang menghasilkan unsur karbon dan hidrogen. Pembakaran senyawa organik secara sempurna menghasilkan gas CO2, sedangkan pembakaran senyawa karbon yang tidak sempurna akan menghasilkan karbon atau zat arang.
Menguji unsur C, H, dan O dalam suatu senyawa hidrokarbon dapat diketahui dengan cara membakar senyawa tersebut sehingga terjadi reaksi sebagai berikut :
CxHy + O2(g)  --->  CO2(g) + H2O(g)
CxHyO2 + O2(g) ---> CO2(g) + H2O(g)

C.     Alat dan Bahan
·        Alat :
a.      Tabung reaksi
b.      Statif
c.      Pipa penghubung
d.      Alat pembakar spiritus
·        Bahan :
a.      Sukrosa
b.      Glukosa
c.      Fruktosa
d.      Kertas Tembaga (II) sulfat
e.      Kapas
                                  
D.     Cara kerja
                           I.          Pemanasan pada sukrosa, glukosa, dan fruktosa
a)      Masukan 1 sendok sukrosa kering ke dalam tabung reaksi dan tutup dengan kapas.
b)      Panaskan dasar tabung reaksi sampai sukrosa mencair dan terjadi perubahan warna serta terlihat embun pada dinding tabung
c)      Hentikan pemanasan dan dinginkan, uji embun pada tabung dengan kertas tembaga (II) sulfat. Amati perubahannya
d)      Lakukan langkah kerja dari a) sampai c) pada glukosa dan fruktosa

                         II.          Pemanasan campuran sukrosa, glukosa, dan fruktosa dengan tembaga (II) oksida (CuO)
a)      Masukan 1 sendok teh sukrosa dan ½ sendok teh bubuk CuO ke dalam tabung reaksi dan aduk hingga rata.
b)      Tutup tabung reaksi dengan sumbat yang diberi pipa kaca yang dihubungkan ke dalam tabung reaksi lain yang berisi air kapur.
c)      Memanaskan tabung reaksi yang berisi sukrosa dan CuO. Amati perubahan yang terjadi !
d)      Lakukan langkah kerja dari a) sampai dengan c) pada campuran glukosa dan campuran fruktosa.

E.      Hasil Pengamata
No.
Senyawa
Hasil Pengamatan
Pengujian Unsur C
Pengujian Unsur H dan O
1.
Sukrosa
·        Padat/kristal menjadi cair
·        Cepat berwarna hitam
·        Lebih hitam dari pada glukosa
·        Uap airnya lebih sedikit dibandingkan fruktosa (sedang)
·        Gelembung pada saat mendidih lebih banyak dari pada glukosa (sedang)
Kertas tembaga (II) berubah warna menjadi lebih biru.

(Sebenarnya kertas tembaga (II) bisa berubah warna menjadi merah muda tetapi butuh pemanasan yang lebih tinggi lagi).
2.
Glukosa
·        Bubuk berubah menjadi cair
·        Mula-mula pada saat dipanaskan berwarna coklat kehitaman (karamel) lalu lama kelamaan menjadi warna hitam
·        Proses perubahan warna hitam lebih lama
·        Uap airnya sedikit dibandingkan dengan sukrosa
·        Gelembung pada saat mendidih sedikit
Kertas tembaga (II) sulfat berubah warna menjadi oren menuju merah muda.
3.
Fruktosa
·        Kental menjadi lebih cair
·        Warnanya menjadi lebih bening/jernih
·        Uapnya paling banyak dibandingkan dengan sukrosa dan glukosa
·        Gelembung pada saat mendidih lebih banyak dari pada sukrosa dan glukosa.
Kertas tembaga (II) sulfat berubah warna menjadi biru jernih

F.      Pembahasan
Dari hasil uji coba, dan tabel diatas, diperoleh data sebagai berikut :
·        Sukrosa/gula pasir : Dari percobaan pertama dapat kita lihat bahwa setelah gula pasir (C12H22O11) dibakar, terbentuk endapan hitam pada tabung reaksi, hal ini disebabkan karena gula pasir mengandung unsur karbon yang apabila dibakarakan menghasilkan endapan hitam. Gula pasir yang dibakar juga menghasilkan uap air (H2O), kertas tembaga (II) sulfat yang bereaksi dengan H2O akan berubah warna yang semula biru menjadi merah muda ini membuktikan gula juga mengandung unsur H dan O. Reaksi pembakaranya dapat dituliskan sebagai berikut:
C12H22O11 (s) + 12 O2(g)   -------->   12 CO2(g) + 11 H2O(l) 
·        Glukosa       : Dari percobaan kedua dapat kita amati juga bahwa Glukosa yang dibakar (C6H12O6) menghasilkan endapan hitam serta uap air (H2O). Terbentuknya endapan  hitam menunjukan bahwa glukosa mengandung unsur C, uap air yang terbentuk disebabkan oleh unsur H dan O yang terkandung pada glukosa tersebut. Yang dibuktikan pada kertas tembaga (II) sulfat yang bereaksi dengan H2O akan berubah warna yang semula biru menjadi merah muda. Reaksi pembakarannya dapat dituliskan sebagai berikut :  C6H12O6 (s) + 6 O2(g) ------> 6 CO2(g) + 6 H2O(l) 
·        Fruktosa     : Dari percobaan yang ketiga dapat pula kita perhatikan bahwa fruktosa (C6H12O6) yang dibakar menghasilkan endapan hitam serta uap air (H2O) pada dinding tabung reaksi. Endapan hitam terbentuk karena unsur karbon dalam fruktosa bereaksi dengan oksigen (pembakaran), timbulnya uap air disebabkan oleh reaksi antara oksigen (pembakaran) dengan unsur hidrogen (H) dan unsuroksigan (O) yang terkandung dalam fruktosa. Unsur H dan O dapat dibuktikan melalui kertas tembaga (II) sulfat yang bereaksi dengan H2O akan berubah warna yang semula biru menjadi merah muda.  Reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:
C6H12O6 (l) + 6 O2(g) --------> 6 CO2(g) + 6 H2O(l) 
Senyawa fruktosa merupakan senyawa yang paling banyak mengeluarkan uap air, dan gelembung. Ini disebabkan karena senyawa fruktosa berwujud cair seperti air dan cepat untuk mendidih ini pada saat mendidih fruktosa paling banyak mengeluarkan gelembung dibandingkan dengan sukrosa dan glukosa.
Gas CO2 hasil pembakaran dibuktikan dengan cara melewatkan gas tersebut ke dalam larutan kapur (air kapur) sehingga larutan kapur yang semula bening berubah menjadi keruh. Reaksi yang terjadi sebagai berikut: CO2(g) + Ca(OH)2(aq) --------> CaCo3(s)  +  H2O(l)
Uap air hasil pembakaran yang terbukti mengandung unsur H dan O dengan menggunakan kertas tembaga (II) sulfat. Kertas tembaga (II) sulfat yang semula berwarna biru berubah menjadi merah muda ketika bereaksi dengan air.
G.     Kesimpulan
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
o   Setiap zat yang mengandung unsur karbon akan berubah warna menjadi hitam dan menghasilkan karbon dioksida (CO2) ketika direaksikan dengan oksigen (dibakar).
o    Zat yang mengandung unsur H dan O akan mengasilkan uap air (H2O) saat pembakaran dengan dibuktikan melalui kertas tembaga (II) sulfat yang direaksikan dengan (H2O) akan berubah warna yang semula biru menjadi merah muda.
o   Sukrosa, Glukosa, dan Fruktosa merupakan zat yang mengandung unsur C (Karbon) H (Hidrogen) dan O (Oksigen).

#note : pada percobaan II sebenernya saya belum pernah melakukan. Jadi bagi kalian yg ingin mencoba silahkan.

Kritik dan Saran sangat membantu :) Thanks a lot gays :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

About

Selasa, 17 April 2012

MENGUJI KEBERADAAN UNSUR C DAN H DALAM SENYAWA ORGANIK

A.     Tujuan
Memeriksa adanya unsur C dan H dalam sukrosa, glukosa, dan fruktosa

B.     Latar Blakang
Bahan yang berasal dari makhluk hidup umumnya merupakan senyawakarbon. Hal ini dapat dibuktikan dalam kejadian sehari-hari. Ketika sampel organic seperti kertas, kayu, telur, daging, atau beras dibakar pada suhu cukup tinggi bahan tersebut menjadi gosong. Hal ini terjadi karena pemanasan menyebabkan senyawa karbon yang terkandung dalam bahan tersebut terurai menjadi karbon berwarna hitam.
Keberadaan unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon dapat didefinisikan melalui reaksi pembakaran yang menghasilkan unsur karbon dan hidrogen. Pembakaran senyawa organik secara sempurna menghasilkan gas CO2, sedangkan pembakaran senyawa karbon yang tidak sempurna akan menghasilkan karbon atau zat arang.
Menguji unsur C, H, dan O dalam suatu senyawa hidrokarbon dapat diketahui dengan cara membakar senyawa tersebut sehingga terjadi reaksi sebagai berikut :
CxHy + O2(g)  --->  CO2(g) + H2O(g)
CxHyO2 + O2(g) ---> CO2(g) + H2O(g)

C.     Alat dan Bahan
·        Alat :
a.      Tabung reaksi
b.      Statif
c.      Pipa penghubung
d.      Alat pembakar spiritus
·        Bahan :
a.      Sukrosa
b.      Glukosa
c.      Fruktosa
d.      Kertas Tembaga (II) sulfat
e.      Kapas
                                  
D.     Cara kerja
                           I.          Pemanasan pada sukrosa, glukosa, dan fruktosa
a)      Masukan 1 sendok sukrosa kering ke dalam tabung reaksi dan tutup dengan kapas.
b)      Panaskan dasar tabung reaksi sampai sukrosa mencair dan terjadi perubahan warna serta terlihat embun pada dinding tabung
c)      Hentikan pemanasan dan dinginkan, uji embun pada tabung dengan kertas tembaga (II) sulfat. Amati perubahannya
d)      Lakukan langkah kerja dari a) sampai c) pada glukosa dan fruktosa

                         II.          Pemanasan campuran sukrosa, glukosa, dan fruktosa dengan tembaga (II) oksida (CuO)
a)      Masukan 1 sendok teh sukrosa dan ½ sendok teh bubuk CuO ke dalam tabung reaksi dan aduk hingga rata.
b)      Tutup tabung reaksi dengan sumbat yang diberi pipa kaca yang dihubungkan ke dalam tabung reaksi lain yang berisi air kapur.
c)      Memanaskan tabung reaksi yang berisi sukrosa dan CuO. Amati perubahan yang terjadi !
d)      Lakukan langkah kerja dari a) sampai dengan c) pada campuran glukosa dan campuran fruktosa.

E.      Hasil Pengamata
No.
Senyawa
Hasil Pengamatan
Pengujian Unsur C
Pengujian Unsur H dan O
1.
Sukrosa
·        Padat/kristal menjadi cair
·        Cepat berwarna hitam
·        Lebih hitam dari pada glukosa
·        Uap airnya lebih sedikit dibandingkan fruktosa (sedang)
·        Gelembung pada saat mendidih lebih banyak dari pada glukosa (sedang)
Kertas tembaga (II) berubah warna menjadi lebih biru.

(Sebenarnya kertas tembaga (II) bisa berubah warna menjadi merah muda tetapi butuh pemanasan yang lebih tinggi lagi).
2.
Glukosa
·        Bubuk berubah menjadi cair
·        Mula-mula pada saat dipanaskan berwarna coklat kehitaman (karamel) lalu lama kelamaan menjadi warna hitam
·        Proses perubahan warna hitam lebih lama
·        Uap airnya sedikit dibandingkan dengan sukrosa
·        Gelembung pada saat mendidih sedikit
Kertas tembaga (II) sulfat berubah warna menjadi oren menuju merah muda.
3.
Fruktosa
·        Kental menjadi lebih cair
·        Warnanya menjadi lebih bening/jernih
·        Uapnya paling banyak dibandingkan dengan sukrosa dan glukosa
·        Gelembung pada saat mendidih lebih banyak dari pada sukrosa dan glukosa.
Kertas tembaga (II) sulfat berubah warna menjadi biru jernih

F.      Pembahasan
Dari hasil uji coba, dan tabel diatas, diperoleh data sebagai berikut :
·        Sukrosa/gula pasir : Dari percobaan pertama dapat kita lihat bahwa setelah gula pasir (C12H22O11) dibakar, terbentuk endapan hitam pada tabung reaksi, hal ini disebabkan karena gula pasir mengandung unsur karbon yang apabila dibakarakan menghasilkan endapan hitam. Gula pasir yang dibakar juga menghasilkan uap air (H2O), kertas tembaga (II) sulfat yang bereaksi dengan H2O akan berubah warna yang semula biru menjadi merah muda ini membuktikan gula juga mengandung unsur H dan O. Reaksi pembakaranya dapat dituliskan sebagai berikut:
C12H22O11 (s) + 12 O2(g)   -------->   12 CO2(g) + 11 H2O(l) 
·        Glukosa       : Dari percobaan kedua dapat kita amati juga bahwa Glukosa yang dibakar (C6H12O6) menghasilkan endapan hitam serta uap air (H2O). Terbentuknya endapan  hitam menunjukan bahwa glukosa mengandung unsur C, uap air yang terbentuk disebabkan oleh unsur H dan O yang terkandung pada glukosa tersebut. Yang dibuktikan pada kertas tembaga (II) sulfat yang bereaksi dengan H2O akan berubah warna yang semula biru menjadi merah muda. Reaksi pembakarannya dapat dituliskan sebagai berikut :  C6H12O6 (s) + 6 O2(g) ------> 6 CO2(g) + 6 H2O(l) 
·        Fruktosa     : Dari percobaan yang ketiga dapat pula kita perhatikan bahwa fruktosa (C6H12O6) yang dibakar menghasilkan endapan hitam serta uap air (H2O) pada dinding tabung reaksi. Endapan hitam terbentuk karena unsur karbon dalam fruktosa bereaksi dengan oksigen (pembakaran), timbulnya uap air disebabkan oleh reaksi antara oksigen (pembakaran) dengan unsur hidrogen (H) dan unsuroksigan (O) yang terkandung dalam fruktosa. Unsur H dan O dapat dibuktikan melalui kertas tembaga (II) sulfat yang bereaksi dengan H2O akan berubah warna yang semula biru menjadi merah muda.  Reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:
C6H12O6 (l) + 6 O2(g) --------> 6 CO2(g) + 6 H2O(l) 
Senyawa fruktosa merupakan senyawa yang paling banyak mengeluarkan uap air, dan gelembung. Ini disebabkan karena senyawa fruktosa berwujud cair seperti air dan cepat untuk mendidih ini pada saat mendidih fruktosa paling banyak mengeluarkan gelembung dibandingkan dengan sukrosa dan glukosa.
Gas CO2 hasil pembakaran dibuktikan dengan cara melewatkan gas tersebut ke dalam larutan kapur (air kapur) sehingga larutan kapur yang semula bening berubah menjadi keruh. Reaksi yang terjadi sebagai berikut: CO2(g) + Ca(OH)2(aq) --------> CaCo3(s)  +  H2O(l)
Uap air hasil pembakaran yang terbukti mengandung unsur H dan O dengan menggunakan kertas tembaga (II) sulfat. Kertas tembaga (II) sulfat yang semula berwarna biru berubah menjadi merah muda ketika bereaksi dengan air.
G.     Kesimpulan
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
o   Setiap zat yang mengandung unsur karbon akan berubah warna menjadi hitam dan menghasilkan karbon dioksida (CO2) ketika direaksikan dengan oksigen (dibakar).
o    Zat yang mengandung unsur H dan O akan mengasilkan uap air (H2O) saat pembakaran dengan dibuktikan melalui kertas tembaga (II) sulfat yang direaksikan dengan (H2O) akan berubah warna yang semula biru menjadi merah muda.
o   Sukrosa, Glukosa, dan Fruktosa merupakan zat yang mengandung unsur C (Karbon) H (Hidrogen) dan O (Oksigen).

#note : pada percobaan II sebenernya saya belum pernah melakukan. Jadi bagi kalian yg ingin mencoba silahkan.

Kritik dan Saran sangat membantu :) Thanks a lot gays :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Friends