Selasa, 17 April 2012

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

I.                TUJUAN
Mengidentifikasi zat yang tergolong ke dalam larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit.

II.              DASAR TEORI
Menurut Ilmuwan Svante August Arrhenius dari Swedia menerangkan teori ion tentang hantaran listrik melalui larutan. Arrhenius berpendapat bahwa zat-zat elektrolit yang dilarutkan dalam air akan terurai (terionisasi) menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion-ion tersebut dapat bergerak bebas sehingga menghantarkan listrik melalui larutan.

Larutan Elektrolit 
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Larutan elektrolit ada dua macam, yaitu:
1.     Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Nilai derajat dissosiasi larutan elektrolit kuat =1. Senyawa elektrolit kuat terbentuk dari ikatan ionik. Contoh: air aki (asam sulfat), asam klorida, air garam, dll.
2.     Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan lemah. Nilai derajat dissosiasi larutan elektrolit lemah antara 0 sampai 1. Senyawa elektrolit lemah terbentuk dari ikatan kovalen polar. Contoh: air cuka, amonium hidroksida, air, dan lain-lain.

 Larutan Non Elektrolit
Larutan yang tidak dapat menhantarkan listrik sama sekali. Nialai derajat disosiasinya = 0. Senyawa non elektrolit terbentuk dari ikatan kovalen non polar. Contoh: minyak goreng, bensin, oli, dll.

Uji Elektrolit
Untuk membedakan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit dapat dilakukan pengujian dengan electrolyte tester (alat uji elektrolit), dengan kriteria sebagai berikut:
-        Larutan elektrolit kuat Lampu menyala dan muncul gelembung gas pada elektroda.
-        Larutan elektrolit lemah Lampu tidak menyala dan muncul gelembung gas pada elektroda.
-        Larutan non elektrolit Lampu tidak menyala dan tidak muncul gelembung gas pada elektroda.

III.            ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan antara lain yaitu:


·       Baterai 9 V
·       Bola Lampu
·       Alat uji elektrolit
·       Sendok
·       Gelas Ukur
·       Pipet
·       Gunting


Bahan :


·       Garam dapur
·       CaCO3
·       HCl
·       H2SO4
·       NaOH
·       Aquades
·       CH3COOH



IV.            CARA KERJA
1.  Alat uji elektrolit disiapkan, kemudian masukan 2 buah baterai pada tempat yang telah disediakan di alat uji elektrolit.
2.     Hubungkan kabel-kabel yang ada pada alat uji elektrolit dengan benar.
3.     Siapkan 6 bahan pada gelas ukur.
4.     Kemudian lakukan tes larutan elektrolit.
5.     Amati perubahan yang terjadi pada alat uji elektrolit, dan pada gelas ukur yang berisi bahan.
6.     Kemudian catat hasil pengamatannya.

V.              HASIL PENGAMATAN

No.
Larutan
Ada / Tidakada nya Gelembung
Nyala lampu
1
Garam dapur (NaCl)
Ada
Terang
2
Kapur (Caco3)
Ada
-
3
HCl
Ada
Terang
4
H2SO4
Ada
Terang
5
NaOH
Ada
Terang
6
Aquades
Tidak
-
7
CH3COOH
Ada
-
8
Asam Asetat
Ada
-
9.
CuSO4
Ada
-
10.
Na2SO3
Ada
Sedang
11.
KCL
Ada
Lemah
12.
NaSO4
Ada
Lemah
13.
Amonia
Tidak
-
14.
NaBr
Ada
Sedang
15.
FeCl3
Ada
Sedang

VI.            ANALISIS
Keelektrolitan suatu larutan dapat diketahui dengan alat uji elektrolit. Beikut hasil analisa dari percobaan yang sudah dilakukan :
Larutan-larutan tersebut ada yang bisa menyalakan lampu ada pula yang tidak, ada yang menghasilkan gelembung ada pula yang tidak. Larutan yang menimbulkan gelembung adalah larutan elektrolit, sedangkan yang tidak adalah larutan non-elektrolit.
Larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik (ditunjukkan dengan lampu yang menyala terang) karena dapat terionisasi dengan baik (ditunjukkan dengan adanya gelembung-gelembung) merupakan larutan elektrolit kuat.
Larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan buruk (ditunjukkan dengan lampu yang menyala redup atau tidak menyala sama sekali) karena tidak dapat terionisasi dengan baik (ditunjukkan dengan masih adanya gelembung-gelembung) merupakan larutan elektrolit lemah.
Larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik sama sekali (ditunjukkan dengan lampu yang sama sekali tidak menyala) karena tidak dapat terionisasi sama sekali (ditunjukkan dengan tidak adanya gelembung-gelembung) merupakan larutan non-elektrolit.

VII.         PEMBAHASAN
Dari hasil uji coba dan tabel di atas, diperoleh data sebagai berikut :
1)     Garam dapur termasuk elektrolit kuat, memiliki gelembung banyak pada waktu diuji, dan hasil nyala lampu terang.
2)     HCl termasuk elektrolit,  pada hasil uji coba lampu menyala dan terdapat gelembung-gelembung.  
3)     CaCO3 termasuk elektrolit, ada gelembung tetapi lampu tidak menyala.
4)     H2SO4 menghasilkan gelembung dan menghasilkan nyala lampu yang terang, termasuk larutan elektrolit kuat.
5)     NaOH menghasilkan gelembung banyak, lampu menyala terang termasuk kategori elektrolit kuat.
6)     Aquades, bukan termasuk larutan elektrolit (non elektrolit). Sebab menurut hasil percobaan Aquades tidak menghasilakn gelembung, dan lampu tidak menyala.
7)     CH3COOH, tidak menyala dan menghasilkan gelembung, larutan elektrolit (elektrolit lemah)
8)     Asam Asetat, menurut hasil percobaan terdapat gelembung tetapi lampu tidak menyala termasuk dalam kategori elektrolit lemah.
9)     CuSO4 menghasilkan gelembung, tetapi lampu tidak menyala termasuk larutan elektrolit lemah.
10) Na2SO3 menghasilkan gelembung, lampu menyala sedang termasuk larutan elektrolit.
11) KCL menghasilakn gelembung tetapi lampu menyala lemah termasuk larutan elektrolit lemah.
12) NaSO4 terdapat gelembung, tetapi lampu menyala lemah termasuk larutan elektrolit lemah.
13) Amonia termasuk larutan nonelektrolit sebab menurut hasil percobaan tidak terdapat gelembung dan lampu tidak menyala.
14) NaBr termasuk larutan elektrolit karena terdapat gelembung dan lampu menyala sedang dalam percobaan.
15) FeCl3 termasuk larutan elektrolit karena terdapat gelembung dan lampu menyala sedang dalam percobaan.

VIII.       KESIMPULAN
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa:   

  1. HCl merupakan elektrolit kuat
  2. CaCO3 termasuk elektrolit lemah
  3. H2SO4 termasuk elektrolit kuat
  4. NaOH termasuk elektrolit kuat
  5. Aquades termasuk non elektrolit
  6. CH3COOH termasuk elektrolit lemah
  7.  Asam Asetat termasuk elektrolit
  8.  CuSO4 termasuk elektrolit lemah
  9. Na2SO3 termasuk elektrolit lemah
  10. KCL termasuk elektrolit lemah 
  11.  NaSO4 termasuk elektrolit lemah
  12.   Amonia termasuk nonelektrolit
  13.  NaBr termasuk elektrolit kuat
  14.  FeCl3 termasuk elektrolit kuat
  15. Larutan air garam dapur merupakan elektrolit kuat
 
                      IX.          LAMPIRAN/DOKUMENTASI
           





 





5 komentar:

  1. Thanks yaa buat infonya , Lagi butuh banget materi ini , @rifafauziah97

    BalasHapus
  2. thanks yah.. izin copy yah. tenang aja likn kamu saya cantumin. ok

    BalasHapus
  3. Nah, ini bisa membuat teman yang lain jadi malas :)

    BalasHapus
  4. Kakak! Blh izin copas bwt tgs Kimia XII ya!^_^V

    BalasHapus

About

Selasa, 17 April 2012

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

I.                TUJUAN
Mengidentifikasi zat yang tergolong ke dalam larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit.

II.              DASAR TEORI
Menurut Ilmuwan Svante August Arrhenius dari Swedia menerangkan teori ion tentang hantaran listrik melalui larutan. Arrhenius berpendapat bahwa zat-zat elektrolit yang dilarutkan dalam air akan terurai (terionisasi) menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion-ion tersebut dapat bergerak bebas sehingga menghantarkan listrik melalui larutan.

Larutan Elektrolit 
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Larutan elektrolit ada dua macam, yaitu:
1.     Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Nilai derajat dissosiasi larutan elektrolit kuat =1. Senyawa elektrolit kuat terbentuk dari ikatan ionik. Contoh: air aki (asam sulfat), asam klorida, air garam, dll.
2.     Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan lemah. Nilai derajat dissosiasi larutan elektrolit lemah antara 0 sampai 1. Senyawa elektrolit lemah terbentuk dari ikatan kovalen polar. Contoh: air cuka, amonium hidroksida, air, dan lain-lain.

 Larutan Non Elektrolit
Larutan yang tidak dapat menhantarkan listrik sama sekali. Nialai derajat disosiasinya = 0. Senyawa non elektrolit terbentuk dari ikatan kovalen non polar. Contoh: minyak goreng, bensin, oli, dll.

Uji Elektrolit
Untuk membedakan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit dapat dilakukan pengujian dengan electrolyte tester (alat uji elektrolit), dengan kriteria sebagai berikut:
-        Larutan elektrolit kuat Lampu menyala dan muncul gelembung gas pada elektroda.
-        Larutan elektrolit lemah Lampu tidak menyala dan muncul gelembung gas pada elektroda.
-        Larutan non elektrolit Lampu tidak menyala dan tidak muncul gelembung gas pada elektroda.

III.            ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan antara lain yaitu:


·       Baterai 9 V
·       Bola Lampu
·       Alat uji elektrolit
·       Sendok
·       Gelas Ukur
·       Pipet
·       Gunting


Bahan :


·       Garam dapur
·       CaCO3
·       HCl
·       H2SO4
·       NaOH
·       Aquades
·       CH3COOH



IV.            CARA KERJA
1.  Alat uji elektrolit disiapkan, kemudian masukan 2 buah baterai pada tempat yang telah disediakan di alat uji elektrolit.
2.     Hubungkan kabel-kabel yang ada pada alat uji elektrolit dengan benar.
3.     Siapkan 6 bahan pada gelas ukur.
4.     Kemudian lakukan tes larutan elektrolit.
5.     Amati perubahan yang terjadi pada alat uji elektrolit, dan pada gelas ukur yang berisi bahan.
6.     Kemudian catat hasil pengamatannya.

V.              HASIL PENGAMATAN

No.
Larutan
Ada / Tidakada nya Gelembung
Nyala lampu
1
Garam dapur (NaCl)
Ada
Terang
2
Kapur (Caco3)
Ada
-
3
HCl
Ada
Terang
4
H2SO4
Ada
Terang
5
NaOH
Ada
Terang
6
Aquades
Tidak
-
7
CH3COOH
Ada
-
8
Asam Asetat
Ada
-
9.
CuSO4
Ada
-
10.
Na2SO3
Ada
Sedang
11.
KCL
Ada
Lemah
12.
NaSO4
Ada
Lemah
13.
Amonia
Tidak
-
14.
NaBr
Ada
Sedang
15.
FeCl3
Ada
Sedang

VI.            ANALISIS
Keelektrolitan suatu larutan dapat diketahui dengan alat uji elektrolit. Beikut hasil analisa dari percobaan yang sudah dilakukan :
Larutan-larutan tersebut ada yang bisa menyalakan lampu ada pula yang tidak, ada yang menghasilkan gelembung ada pula yang tidak. Larutan yang menimbulkan gelembung adalah larutan elektrolit, sedangkan yang tidak adalah larutan non-elektrolit.
Larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik (ditunjukkan dengan lampu yang menyala terang) karena dapat terionisasi dengan baik (ditunjukkan dengan adanya gelembung-gelembung) merupakan larutan elektrolit kuat.
Larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan buruk (ditunjukkan dengan lampu yang menyala redup atau tidak menyala sama sekali) karena tidak dapat terionisasi dengan baik (ditunjukkan dengan masih adanya gelembung-gelembung) merupakan larutan elektrolit lemah.
Larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik sama sekali (ditunjukkan dengan lampu yang sama sekali tidak menyala) karena tidak dapat terionisasi sama sekali (ditunjukkan dengan tidak adanya gelembung-gelembung) merupakan larutan non-elektrolit.

VII.         PEMBAHASAN
Dari hasil uji coba dan tabel di atas, diperoleh data sebagai berikut :
1)     Garam dapur termasuk elektrolit kuat, memiliki gelembung banyak pada waktu diuji, dan hasil nyala lampu terang.
2)     HCl termasuk elektrolit,  pada hasil uji coba lampu menyala dan terdapat gelembung-gelembung.  
3)     CaCO3 termasuk elektrolit, ada gelembung tetapi lampu tidak menyala.
4)     H2SO4 menghasilkan gelembung dan menghasilkan nyala lampu yang terang, termasuk larutan elektrolit kuat.
5)     NaOH menghasilkan gelembung banyak, lampu menyala terang termasuk kategori elektrolit kuat.
6)     Aquades, bukan termasuk larutan elektrolit (non elektrolit). Sebab menurut hasil percobaan Aquades tidak menghasilakn gelembung, dan lampu tidak menyala.
7)     CH3COOH, tidak menyala dan menghasilkan gelembung, larutan elektrolit (elektrolit lemah)
8)     Asam Asetat, menurut hasil percobaan terdapat gelembung tetapi lampu tidak menyala termasuk dalam kategori elektrolit lemah.
9)     CuSO4 menghasilkan gelembung, tetapi lampu tidak menyala termasuk larutan elektrolit lemah.
10) Na2SO3 menghasilkan gelembung, lampu menyala sedang termasuk larutan elektrolit.
11) KCL menghasilakn gelembung tetapi lampu menyala lemah termasuk larutan elektrolit lemah.
12) NaSO4 terdapat gelembung, tetapi lampu menyala lemah termasuk larutan elektrolit lemah.
13) Amonia termasuk larutan nonelektrolit sebab menurut hasil percobaan tidak terdapat gelembung dan lampu tidak menyala.
14) NaBr termasuk larutan elektrolit karena terdapat gelembung dan lampu menyala sedang dalam percobaan.
15) FeCl3 termasuk larutan elektrolit karena terdapat gelembung dan lampu menyala sedang dalam percobaan.

VIII.       KESIMPULAN
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa:   

  1. HCl merupakan elektrolit kuat
  2. CaCO3 termasuk elektrolit lemah
  3. H2SO4 termasuk elektrolit kuat
  4. NaOH termasuk elektrolit kuat
  5. Aquades termasuk non elektrolit
  6. CH3COOH termasuk elektrolit lemah
  7.  Asam Asetat termasuk elektrolit
  8.  CuSO4 termasuk elektrolit lemah
  9. Na2SO3 termasuk elektrolit lemah
  10. KCL termasuk elektrolit lemah 
  11.  NaSO4 termasuk elektrolit lemah
  12.   Amonia termasuk nonelektrolit
  13.  NaBr termasuk elektrolit kuat
  14.  FeCl3 termasuk elektrolit kuat
  15. Larutan air garam dapur merupakan elektrolit kuat
 
                      IX.          LAMPIRAN/DOKUMENTASI
           





 





5 komentar:

  1. Thanks yaa buat infonya , Lagi butuh banget materi ini , @rifafauziah97

    BalasHapus
  2. thanks yah.. izin copy yah. tenang aja likn kamu saya cantumin. ok

    BalasHapus
  3. Nah, ini bisa membuat teman yang lain jadi malas :)

    BalasHapus
  4. Kakak! Blh izin copas bwt tgs Kimia XII ya!^_^V

    BalasHapus

Friends